Kamis, 24 Desember 2015

Saya Dan Backpacker Jakarta

Menjadi seorang perantau membuat saya belajar memahami orang yang ada disekitar , menjadi seperti mereka, tanpa harus menjadi orang lain, melainkan dan belajar untuk bisa menjadi sama walaupun kita terikat dengan suku dan budaya masing-masing. Merantau juga mewajibkan saya untuk bisa mencari teman sebanyak mungkin, mencari persahabatan baru, keluarga baru, tapi maaf tidak dengan pacar baru.

Sudah hampir 3 tahun saya kuliah disalah satu kampus yang ada dijakarta, mempunyai sahabat dikampus tidak membuat saya puas untuk disemua hal, terutama dibagian olahraga. Sebut saja Alam,. Jika sahabat tulisan anak minang mendengar kata alam, yang terlintas dalam fikiran sahabat adalah Pegunungan, namun ada beberapa diantara itu yang termasuk dalam kategori olahraga alam. Dan berikut contohnya :

1. Gunung Hutan (Mountaineering)
    a. Hill Walking
    b. Climbing
2. Susur Gua (Caving)
3. Rafting
4. Susur pantai

Nah semua olahraga yang diatas pastinya membutuhkan fisik yang kuat, dan juga pasti dalam kondisi dompet yang sehat. Saya sendiripun boleh saja termasuk dengan teman-teman untuk mempunyai hobby tersebut. Dari olahraga tersebut timbul difikiran saya untuk mencari sahabat yang bisa diajak jalan bersama,dengan tarif yang minim namun tetap bisa merasakan bagaimana kerasnya suatu perjalanan travelling.

Karena saya termasuk orang yang aktif diberbagai Sosial Media timbulah rasa ingin bergabung disatu kesatuan komunitas sebut saja Backpacker Jakarta. Iya memang benar, rata-rata dari mereka adalah orang sekitar Jabodetabek,namun uniknya dari komunitas ini banyak yang mempunyai kampung halaman yang jauh diluar pulau jawa, contoh saja saya berkampung halaman di Ranah Minang, tepatnya dikota Padang Panjang ( Sumatera Barat ) ada juga yang berasal dari Palembang, Medan, Pekanbaru, Makasar, dll.

Pada awal saya masuk dikomunitas ini,terlebih dahulu saya tau dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, mungkin 13 angka sial menurut sebagian keyakinan, namun bagi saya angka 13 adalah angka keberuntungan, dimana saya mendapatkan sahabat baru serta yang akan menjadi keluarga baru juga disetiap moment yang akan mendatang. 13 adalah Rt saya dalam komunitas Backpacker Jakarta, mempunyai anggota kurang lebih 100 orang, diberbagai kalangan. Ada yang berasal dari kalangan mahasiswa dan ada juga yang berasal dari karyawan swasta, perbedaan umur tidak menjadi masalah bagi kita semua untuk bisa saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman.

Dalam komunitas ini akan mengadakan kopdar dalam 1 kali dalam sebulan, yang mana masing-masing jadwalnya disepakati oleh masing-masing Rt, disetiap pertemuan kita akan saling berbagi ilmu, berbagi info trip mulai dari pendakian, hingga tour museum dan masih banyak lagi  tentunya informasi yang berkaitan dengan perjalan lainya, dikomunitas ini tentu mempunya cara khusus dalam setiap tripnya. dengan cara share cost yang ditentukam disemua trip, membuat kita semua yang ada dalam komunitas ini merasa lebih ringan, dan tentunya terbantu.

Menurut saya sendiri share cost bukan berarti kita kekurangan dalam keuangan, tapi lebih diarahkan bagaimana kita bisa trip bersama teman-teman kita, dengan keuangan yang terbatas, namun tetap merasakan indahnya sebuah perjalanan. Dari kekurangan yang ada bukanya kita lebih berkesempatan untuk saling melengkapi satu sama lainnya, jika kita bisa merasakan indah bersama kenapa tidak untuk merasakan pahit bersama dalam suatu perjalanan, bukanya itu jauh lebih menyenangkan, jika kitq menghadapi dengan niat baik serta fisik yang tentunya kuat dan sehat.

Tepatnya tanggal 20 desember 2015 komunitas Backpacker Jakarta mengadakan kopdar akbar, tepatnya lokasi di Museum Bank Mandiri Kota Tua Jakarta. Disalah satu aula tersebut kita dikumpulkan dari Rt1 - Rt14, antusias dari semua anggota terlihat banyak disaat mereka menghadiri acara kopdar tanpa malu memberikan tepuk tangan yang sangat kuat. Dalam pertemuan kopdar akbar ini, kita dianjurkan untuk saling mengenal tidak saja dalam lingkup Rt masing-masing, namun dengan keselurahankeselurahan Rt yang lain,karena kita adalah sama-sama anggota Backpacker Jakarta.

Rabu, 23 Desember 2015

Manusia Dasar Laut

Di atas laut pada sore hari, Nobita Dkk. memandangi Matahari senja. mereka sedang menunggu makan malam mereka. Doraemon datang dari bawah laut sambil membawa makan malam. mereka bercanda dan membicarakan hal yang tak mungkin terjadi. Buggy secara tiba-tiba menggerutu. Setelah makan, mereka mulai tidur. Di kamar tidur Shizuka, ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata itu Buggy. Dia memanggilnya untuk memberitahu siapa yang telah menolong Giant dan Suneo. Setelah dilihat Videonya, ternyata yang menyelamatkan mereka adalah Manusia Dasar Laut. Doraemon Dkk. yang mencari Shizuka dan Buggy, melihat video simpanan Buggy secara tidak sengaja. Begitu melihat bayangan ikan yang sama seperti saat menyerang Nobita, Nobita langsung berteriak, "Lihat! Itu ikan monster yang kulihat!". 

Setelah selesai menoton, Nobita menunjuk ke arah bagian gelap. Setelah itu, terlihat sosok 2 mata mengarah ke Nobita. Terlihat juga tentakel yang mendekati Doraemon Dkk. dan semakin banyak. Tanpa banyak tanya, Seekor cumi-cumi raksasa muncul namun Nobita malah bangga lagi. mereka kabur menuju tenda dalam satu ruangan. Cumi-cumi itu mendekati tenda mereka dan membelitnya bahkan memukulnya. dibuatnya berdiri dan dindingnya dibenturkan dengan batu besar. Nobita tertangkap dan sebelum yang lainnya menolongnya, mereka ikut tertangkap. 

Tiba-tiba, Sebuah sinar entah darimana telah membuat cumi-cumi itu pingsan. Rupanya, Manusia dasar laut telah menolong mereka. Doraemon yang belum sempat mengucapkan Terima Kasih, salah satu dari mereka menghunuskan pedangnya dan mengeluarkan cahaya sehingga Doraemon Dkk. pingsan. Setelah itu, mereka bermimpi tentang pengetahuan. Nobita terbangun begitu sempat mendengar kata 'Manusia Dasar Laut'. Doraemon dan Shizuka pun memiliki mimpi yang sama seperti Nobita. Dari pintu, Prajurit Uni Muu bernama Eru menyambut pagi mereka. Begitu mendengar Giant dan Suneo dikurung di Ruang Dasar, Mereka yang selain Giant dan Suneo meminta Eru untuk membebaskannya. mereka lalu diajak ke ruang dasar. Karena pukulan pintu dari tempat dikurungnya Giant dan Suneo, Eru bertanya, "Apa ini yang dinamakan orang baik?". 

Tiba-tiba, ada panggilan dari prajurit lain yang meminta Doraemon Dkk. untuk menemui Perdana Menteri Uni Muu. Mereka telah diangkat menjadi Warga Uni Muu. Doraemon Dkk. keberatan dan mereka ingin dipulangkan. Namun Perdana Menteri menjawab, "Itu tidak bisa! Kalian tidak bisa keluar dari negeri ini". Dan mereka diantarkan ke rumah mereka. Mereka dijaga ketat oleh penjaga. Namun dengan mudah dengan 'Lingkaran penembus' mereka kabur. Mereka juga membebaskan Giant dan Suneo. dan mulai meninggalkan Uni Muu. Saat Eru datang kerumah Doraemon Dkk., Eru mengetahui bahwa mereka telah lolos. 

Mereka mulai mengejar Doraemon Dkk. Merasa sedang mengejar, Doraemon mengeluarkan Topi Bunglon dan mulai bersembunyi didalam tanah. Sesaat setelah itu, Doraemon sampai di tembok palung laut. mereka hanya bisa adu lama-lamaan. Shizuka melihat bintik aneh yang semakin lama semakin besar. Rupanya, itu Ikan Tempur. Ikan itu menyerang pesawat radio Eru hingga terjatuh. Karena merasa nyawa Eru dan Prajurit yang satunya lagi terancam, Doraemon Dkk. menolongnya dengan mengecilkan ukuran Ikan Tempur. itu. Segera saja, beberapa pesawat mendatangi lokasi kejadian dan menangkap kembali Doraemon Dkk.

Sabtu, 25 Desember 2010


Malam sebelum keberangkatan, Kapal Layar Queen Elizabeth menemukan Kapal Hantu ditengah Perairan Samudera Atlantik. Paginya, Di Jepang, Disiarkan berita radio tentang kejadian itu. Ibu Nobita merasa ketakutan dengan Laut. Doraemon Dkk. mulai dicurigai. Saat Giant, Suneo, dan Shizuka datang, Doraemon memberikan sinar penyelaras kepadaa yang lainnya, dan langsung melompat ke laut. Mereka langsung ke arah Gunung laut. setelah semua mendarat dengan selamat. mereka langsung mendirikan tenda. Doraemon pun menaburkan Bibit ikan dan tanaman laut agar suasana tidak sepi. Setelah diberi peringatan soal itu, mereka masuk keruang tengah untuk menikmati Makan siang. setelah itu, mereka langsung jalan-jalan ke daerah Samudera Pasifik. Kemudian, Di tengah perjalanan, mereka menemukan ikan aneh yang berdirinya berbentuk segitiga. Doraemon menayakan informasi tentang ikan itu. Ikan itu namanya ikan segitiga. Doraemon Dkk. mengikuti Ikan itu sampai termakan Ikan Lentera. Saat mereka melihat spesies ikan yang berbeda-beda, tiba-tiba, beberapa ikan melarikan diri. dan tanah bergoyang. Doraemon menyuruh yang lain untuk melarikan diri. Saat mereka hampir melewati kepulan debu, tiba-tiba, beberapa tentakel hampir menyambit mobil mereka. Nobita melihat tentakel itu. Mereka akhirnya bebas dari kepulan debu. Mereka kembali ke gunung tempat kemping mereka. Mereka melintasi tumbuhan laut & Ikan. Doraemon mengajak yang lain makan Barberque. Doraemon mempersiapkan Barberquenya dan menyalakan Lampu Sinar Gelap. Doraemon memasang api unggun khusus didalam air. Mereka riang gembira memakan Barberquenya. Suneo ingin menceritakan kisah yang seram ketika Giant ingin menyanyi. Dia bercerita tentang Segitiga Bermuda. Begitu Doraemon tahu Pulau Bermuda itu, Suneo mengusulkan untuk pergi kesana. Doraemon menolaknya dan berkata "Aku mengantar kalian sampai disini karena aku mempercayai kalian". Akhirnya, mereka tidur. Tak terkecuali Giant dan Suneo. Mereka terus berpikir tentang Segitiga Bermuda itu.

Hampir semua orang tahu kisah Doraemon si robot kucing masa depan yang dikirim ke masa Nobita berada. Setiap cerita mau tidak mau harus berakhir. Menurut saya, akhir kisah Doraemon di bawah ini paling pas dan fair diantara ending - ending lainnya yang sempat beredar.

Tanpa basa-basi lagi, inilah kisah akhir petualangan Doraemon dan Nobita yang mengharukan itu.































;;